Selasa, 26 April 2016

Sel Volta

CONTOH – CONTOH SEL VOLTA DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HAR
SEL VOLTA
Sel volta adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus listrik. Sel volta ini ditemukan oleh dua orang ahli berkebangsaan Italia. Mereka berdua adalah Alessandro Giuseppe Volta (1745-1827) dan Lugini Galvani (1737-1798).
Ciri khas dari sel volta adalah menggunakan jembatan garam. Jembatan garam berupa pipa U yang diisi agar-agar yang mengandung garam kalium klorida. Sel volta terdiri dari anoda yang bermuatan negatif dan katoda yang bermuatan positif. Pada anoda terjadi proses oksidasi, oksidasi adalah pelepasan elektron. Sedangkan pada katodanya terjadi proses reduksi, reduksi adalah penangkapan elektron.
Sel volta banyak sekali digunakan pada kehidupan sehari-hari. Sel volta yang biasa digunakan pada kehidupan manusia seperti jenis-jenis baterai dan aki (accu). Baterai dan aki sangatlah berbeda, perbedaan ini dapat dilihat dari setelah pemakaian kedua benda tersebut. Baterai apabila sudah terpakai tidak dapat digunakan lagi karena sudah tidak ada lagi arus listrik pada baterai tersebut. Sedangkan, aki apabila arus listriknya sudah habis dapat diisi lagi dengan mengalirkan arus listrik.
Sel volta dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Sel Volta Primer, Sel Volta Sekunder, Sel Bahan Bakar. Ketiga bagian tersebut juga memiliki contoh masing-masing lagi. Oleh karena itu marilah kita lihat pembahasan mengenai macam-macam dari sel volta berikut ini.
v SEL VOLTA PRIMER
a. Sel Kering Seng – Karbon
Sel kering juga dapat disebut sel Lenchanche atau baterai. Baterai kering ini mendapatkan hak paten penemuan di tahun 1866. Sel Lanchache ini terdiri atas suatu silinder zink berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C), dan sedikit air. Dengan adanya air jadi baterai kering ini tidak 100% kering.
Sel ini biasanya digunakan sebagai sumber tenaga atau energi pada lampu, senter, radio, jam dinding, dan masih banyak lagi. Penggunaan logam seng adalah sebagai anoda sedangkan katoda digunakan elektrode inert, yaitu grafit, yang dicelupkan ditengah-tengah pasta. Pasta ini bertujuan sebagai oksidator. Seng tersebut akan dioksidasi sesuai dengan persamaan reaksi di bawah ini:
Zn(s) ? Zn2+(aq) + 2e- (anoda)
Sedangkan katoda terdiri atas campuran dari MnO2 dan NH4Cl. Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut:
2MnO2(s) + 2NH4+(aq) 2e- ? Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l) (katoda)
Katoda akan menghasilkan ammonia, ammonia ini akan bereaksi dengan Zn2+ yang dihasilkan di anode. Reaksi tersebut akan membentuk ion yang kompleks [Zn(NH3)4]2+. Sel kering ini tidak dapat digunakan berulang kali dan memiliki daya tahan yang tidak lama. Dan harganya di pasaran sangatlah murah.
b. Baterai Merkuri
Baterai merkuri ini merupakan satu dari baterai kecil yang dikembangkan untuk usaha perdagangan atau komersial. Anoda seng dan katoda merkuri (II) oksida (HgO) adalah penyusun dari baterai merkuri ini yang dihubungkan dengan larutan elektrolit kalium hidroksida (KOH). Sel ini mempunyai beda potensial ± 1,4V. Reaksi yang terjadi pada baterai ini adalah:
Zn(s) + 2OH-(aq) ? ZnO(s) + H2O + 2e- (anoda)
HgO(s) + H2O + 2e- ? Hg(l) + 2OH-(aq) (katoda)
Reaksi dari keseluruhan atau disebut reaksi bersih adalah:
Zn(s) + HgO(s) ? ZnO(s) + Hg(l)
c. Baterai Perak Oksida
Baterai perak oksida tergolong tipis dan harganya yang relatif lebih mahal dari baterai-baterai yang lainnya. Baterai ini sangat populer digunakan pada jam, kamera, dan kalkulator elektronik. Perak oksida (Ag2O) sebagai katoda dan seng sebagai anodanya. Reaksi elektrodenya terjadi dalam elektrolit yang bersifat basa dan mempunyai beda potensial sama seperti pada baterai alkaline sebesar 1,5V. Reaksi yang terjadi adalah:
Zn(s) + 2OH-(aq) ? Zn(OH)2(s) + 2e- (anoda)
Ag2O(s) + H2O + 2e- ? 2Ag(s) + 2OH-(aq) (katoda)
d. Baterai Litium
Terdiri atas litium sebagai anoda dan MnO2 sebagai oksidator (seperti pada baterai alkaline). Baterai Litium ini dapat menghasilkan arus listrik yang lebih besar dan daya tahannya lebih lama dibandingkan baterai kering yang berukuran sama. Berikut notasi dari baterai Litium:
Li¦Li+ (pelarut non-air)¦KOH (pasta)¦MnO2, Mn(OH)3, C

v SEL VOLTA SEKUNDER
a. Aki Timbal
Aki merupakan jenis baterai yang dapat digunakan untuk kendaran bermotor atau automobil. Aki timbal mempunyai tegangan 6V atau 12V, tergantung jumlah sel yang digunakan dalam konstruksi aki timbal tersebut. Aki timbal ini terdiri atas katoda PbO2 (timbel(IV) oksida) dan anodanya Pb (timbel=timah hitam). Kedua zat sel ini merupakan zat padat, yang dicelupkan kedalam larutan H2SO4. Reaksi yang terjadi dalam aki adalah:
Pb(s) + SO42-(aq) ? PbSO4(s) + 2e- (anoda)
PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e- ? PbSO4(s) + 2H2O (katoda)
Aki ini dapat diisi ulang dengan mengalirkan lagi arus listrik ke dalamnya. Pengisian aki dilakukan dengan membalik arah aliran elektron pada kedua elektrode. Pada pengosongan aki, anoda (Pb) mengirim elektron ke katoda (PbO2). Sementara itu pada pengisian aki, elektrode timbal dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus sehingga Pb2SO4 yang terdapat pada elektrode timbal itu direduksi. Berikut reaksi pengisian aki:
PbSO4(s) + H+(aq) +2e- ? Pb(s) + HSO4-(aq) (elektrode Pb sebagai katoda)
PbSO4(s) + 2H2O(l) ? PbO2(s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e- (elektrode PbO2 sebagai anoda).
b. Baterai Nikel Kadmium
Baterai nikel-kadmium merupakan baterai kering yang dapat diisi ulang. Sel ini biasanya disebut nicad atau bateray nickel-cadmium. Reaksi yang terjadi pada baterai nikel-kadmium adalah:
Cd(s) + 2OH-(aq) ? Cd(OH)2(s) + 2e- (anoda)
NiO2(s) + 2H2O + 2e- ? Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq) (katoda)
Reaksi keseluruhan adalah:
Cd(s) + NiO(aq) + 2H2O(l) ? Cd(OH)2(s) + Ni(OH)2(s)
Baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua elektrodenya. Baterai nikel-kadmium memiliki tegangan sekitar 1,4V. Dengan membalik arah aliran elektron, zat-zat tersebut dapat diubah kembali seperti zat semula.
c. Sel Perak Seng
Sel ini mempunyai kuat arus (I) yang besar dan banyak digunakan pada kendaran-kendaraan balap. Sel perak seng dibuat lebih ringan dibandingkan dengan sel timbal seng. KOH adalah elektrolit yang digunakan dan elektrodenya berupa logam Zn (seng) dan Ag (perak).
d. Sel Natrium Belerang
Sel natrium belerang ini dapat menghasilkan energi listrik yang lebih besar dari sel perak seng. Elektrodenya adalah Na (natrium) dan S (sulfur).
e. Sel Bahan Bakar
Sel bahan bakar adalah sel yang menggunakan bahan bakar seperti campuran hidrogen dengan oksigen atau campuran gas alam dengan oksigen. Sel bahan bakar ini biasanya digunakan untuk sumber energi listrik pesawat ulang-alik, pesawat Challenger dan Columbia. Yang berperan sebagai katode adalah gas oksigen dan anodanya gas hidrogen. Masing-masing elektrode dimasukkan kedalam elektrode karbon yang berpori-pori dan masing-masingnya elelktrode digunakan katalis dari serbuk platina.
Katoda: menghasilkan ion OH-
O2(g) + 2H2O(l) + 4e- ? 4OH-(aq)
Anoda: dari katode bereaksi dengan gas H2
H2(g) + 2OH-(aq) ? 2H2O(l) + 2e-
Reaksi selnya adalah: O2(g) + 2H2(g) ? 2H2O(l)




Puisi

Kamulah Takdirku
Oleh : Siti Nafi’atul Fauziah

Untukmu
Aku berdoa
Suatu saat nanti
Aku bisa bertemu denganmu lagi
Senyumanmu itu,
Adalah kobaran semangat untukku
Nasihat-nasihatmu itu,
Bagaikan hembusan angin yang menentramkan jiwaku
Kau bagai sebuah lagu,
yang tak dapat aku nyanyikan

Karena
Hatiku telah leleh oleh jiwamu
Dan harapanku
Suatu saat nanti aku dapat bertemu dirimu
Dan akan aku katakan
Kamulah takdirku








Semangat
Oleh : Siti Nafi’atul Fauziah

Kau...
Masihkah berdiam diri ?
Padahal mereka sudah melalang buana jauh
Dan masihkah kau tetap berdiam diri?

Kau...
Dimana semangatmu?
Dimana prestasimu?
Burungpun menangis melihatmu
Anginpun enggan menyapamu

Kekuatanmu itu,
Akan membuat semuanya indah
Cinta dari mereka
Akan membuat hidupmu berwarna

Bangkitlah.....!!!!
Raih cita-citamu
Bahagiakan mereka
Dan bahagiakan aku juga



TUGAS BAHASA INDONESIA
PUISI



Nama : Siti Nafi’atul Fauziah
Kelas : XII IPA 1
Absen : 17




MAN YOGYAKARTA 3
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
TUGAS BAHASA INDONESIA
ESAI
KONTROVERSI KABINET KERJA JOKOWI-JK”


Nama : Siti Nafi’atul Fauziah
Kelas : XII IPA 1
Absen : 17



MAN YOGYAKARTA 3
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Kontroversi Kabinet Kerja JOKOWI-JK
Oleh: Siti Nafi’atul Fauziah

Kabinet baru telah diumumkan. Publik mengapresiasi struktur kabinet yang didominasi sosok profesional tersebut. Kabinet tersebut dinamakan kabinet kerja. Namun, catatan khusus diberikan kepada sejumlah menteri dari partai politik.

Dengan komposisi kabinet seperti itu, kabinet tersebut memiliki kelebihan dibandingkan kabinet sebelumnya, yaitu lebih tampak profesional. Salah satu menteri yang disoroti luas media massa adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. sosoknya dinilai tak biasa karena tingkat pendidikanny hanya tamatan SMP, tetapi Susi mampu berprestasi sebagai pengusaha di bidang perikanan dan penerbangan yang mampu meyakinkan publik bahwa ia akan bisa mewujudkan visi-misi JOKOWI-JK yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Disamping apresiasi, keraguan publik terhadap sejumlah menteri yang berlatar belakang partai politik. Sorotan terutama ditujukan kepadakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Di satu sisi, beberapa pihak meragukan Puan, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang belia dari segi usia, pengetahuan, dan pengalaman, dalam memimpin kementrian koordinator yang mengurus sumber daya manusia. Sejumlah kelompok lainnya menyatakan politisi muda itu perlu diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.

Terlepas dari persoalan kontroversi peunjukan menteri tersebut, tugas berat sudah menanti para menteri. Persoalan ekonomi yang menanti adalah subsidi BBM yang secara perlahan akan dihapus dengan menaikkan harga BBM. Kasus berikutnya adalah isu penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu yang belum terselesaikan.

Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Dr. Agus Heruanto Hadian menyatakan, ada enam isu utama yang menjadi tantangan pembangunan bagi pemerintahan baru JOKOWI-JK. Enam isu tersebut adalah sumber daya manusia (kualitas, kuantitas, pergerakan atau mobilitas), isu pengadaaan energi, isu daya dukung dan pelestarian lingkungan, isu demokrasi dan hak asasi manusia atau HAM. Isu ini harusnya menjadi ‘payung’ bagi setiap kementerian dalam menyusun, menjalankan, hingga mengevaluasi kebijakan serta strateginya.

Semoga saja kabinet kerja JOKOWI-JK dapat menuntaskan masalah-masalah yang dialami negeri ini. Karena kesejateraan rakyat terletak pada kepeAmimpinan dan sistem yang baik.


















KONSEP KARYA SENI TUGAS MANDIRI
SENI BUDAYA
judul
Karya seni Lukis “ tema Indahnya Kota Paris “ dengan teknik cat minyak dimedia kanvas


DI SUSUN OLEH :
SITI NAFI’ATUL FAUZIAH
XII IPA 1
17




KEMENTRIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III
Jl. Magelang km. 4 Sinduadi,Mlati,Sleman 55284 Telp 0274-513613 Yogyakarta
TAHUN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada saya sehingga saya dapat menyusun konsep karyaseni rupa ini dengan hasil yang insya Allah memuaskan berbagai pihak. Dari konsep karya seni tersebut saya akan menerangkan bagaimana cara membuat lukisan dengan tema Indahnya Kota Paris dengan objek Menara Eiffel menggunakan teknik cat minyak. Saya menyusun konsep ini dengan harapan agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana cara melukis Menara Eiffel . Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Kistanto,S.Pd selaku pembimbing yang telah memberikan arahan kepada saya sehingga saya mendapat kemudahan saat menyelesaikan konsep ini
  2. Kedua Orang Tua saya yang selalu memberi doa dan dukungan pada saya sehingga konsep ini dapat terselesaikan dengan baik
  3. Teman-teman yang selalu menghibur saya sehingga saya selalu bersemangat dalam menyelesaikan konsep ini sampai akhir
Mengingat keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya, maka sangat saya sadari bahwa isi dari konsep saya ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu bimbingan dan saran dari Bapak, Ibu Guru dan teman-teman sangat saya harapkan. Demikian persembahan dari saya, semoga konsep ini dapat bermanfaat bagi pembaca





Sleman, 29 November 2014
Penyusun


Siti Nafi’atul Fauziah

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................................................1
KATA PENGANTAR........................................................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................3

BAB I : PENDAHULUAN...............................
..................................................................................4
  • Latar Belakang........................................................................................................................4
  • Tujuan................................................................................... .................................................4
  • Manfaat..................................................................................................................................4

BAB II : KONSEP PENCIPTAAN.......................................................................................................5
  • Ide Penciptaan...................................... .................................................................................5
  1. Kajian Sumbar Penciptaan...............................................................................................5
  2. Landasan Teori........................................................ ........................................................5
  • Penciptaan............................................................... ..............................................................6
  1. Metode Penciptaan....................................................... ..................................................6
  2. Proses Penciptaan............................................................................................................6
  • Bahan......................................................................................................................................7
  • Alat..........................................................................................................................................7
  • Tekhnik....................................................................................................................................7
  • Proses Pembuatan..................................................................................................................8

BAB III : KESIMPULAN................................................................................................................................9

PUSTAKA............................................................................................................ ............











BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Negara Perancis adalah negara maju dan termasuk negara yang eksotis di dunia. Salah satu kota yang menarik karena poros fashion dunia, arsitektur yang indah, dan perekonomian yang hebat merupakan magnet sendiri untuk wisatawan asing berlibur di kota ini.
Di kota Paris sendiri terdapat sebuah Menara yang dinamakan Menara Eiffel, Dalam 7 keajaiban dunia Menara Eiffel menjadi salah satu dari keajaban dunia itu.
Indahnya bentuk Menara Eiifel dan indahnya suasana kota Paris memberikan daya tarik kuat dari wisatawan manca negara untuk berkunjung ke Menara tersebut.
Masih banyak sampah yang berserakan di lingkungan kota Jogjakarta. Hal ini dikarenakan masih minimnya kesadaran masayarakat asli Jogjakarta sendiri maupun masyarakat pendatang tentang membuang sampah tidak pada tempatnya, hal ini membuat lingkungan di kota Jogjakarta yang bersih menjadi kotor karena sampah-sampah yang berserakan tersebut
Kebersihan lingkungan tak lepas dari sampah-sampah. Sampah terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Sampah Organik : yaitu sampah yang bisa terurai
Contoh : daun, batang pohon, kertas, dll
  1. Sampah an-Organik : yaitu sampah yang sulit terurai
Contoh : plastik, stroffom, dll
Berbagai bentuk sampah organik sering kali dijadikan karya seni oleh para seniman Jogjakarta dan para seniman luar Jogjakarta dalam bentuk kerajinan tangan maupun dalam bentuk karya seni lukis, seperti kertas daur ulang, berbagai mainan anak-anak yang berasal dari barang-barang bekas, maupun hiasan rumah tangga yang berasal dari sampah organik yang diolah menjadi sedemikian rupa menjadi karya yang memiliki nilai seni
Dari uraian di atas, penulis menemukan ide yaitu membuat karya seni lukis dengan memanfaatkan sampah organik yaitu dengan menggunakan bonggol jagung sebagai bahan untuk menghiasi lukisan dan dengan menggunakan teknik kolase , dengan maksud membuat kreasi karya seni lukis yang lebih kreatif, inovatif dan lain dari pada yang lain dan juga dengan maksud dapat mengurangi jumlah angka sampah organik khususnya bonggol jagung di kota Jogjakarta

  1. TUJUAN
  1. Menciptakan sesuatu yang baru dalam melukis karya seni
  2. Mengembangkan melukis karya seni dengan teknik kolase
  3. Memanfaatkan sampah organik sebagai bahan untuk teknik kolase

  1. MANFAAT
  1. Meningkatkan mutu karya-karya yang telah ada sebelumnya sehingga menjadi lebih baik, serta menambah masukan bagi pencipta lukisan karya seni
  2. Memberi nilai lebih suatu lukisan karya seni
  3. Mengurangi jumlah sampah organik (bonggol jagung)

BAB II
KONSEP PENCIPTAAN

A.IDE PENCIPTAAN
  1. Kajian Sumber Penciptaan
Konsep garapan sebuah karya seni berawal dari ide. Kemudian konsep ini beranjak kepada proses penciptaan. Penulis merumuskan rencana penciptaan karya seni lukis yang bersifat ekspresi atas pemindahan karya yang nyata. Gagasan ini memunculkan konsep penciptaan yang menjadi dasar proses penciptaan dalam menciptakan karya seni ekspresif melalui media kanvas. Karya seni lukis diciptakan dengan bermacam teknik dan cara maupun karya seni hasil kreasi dan menjadi ciri khas seorang pelukis dengan tujuan memperbaharui desain-desain baru dari bentuk yang telah ada dan dapat memperkaya hasil karya seni. Penyempurnaan rancangan adalah suatu evolusi keterampilan yang terus-menerus. Manusia membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga sampai pada hasil-hasil karya seni lukis yang sering kita lihat sekarang
Berdasarkan uraian di atas, menjadi inspirasi penulis untuk menciptakan karya seni lukis. Dengan hasil penelitian yang akan di terapkan ke dalam proses pembuatan karya seni lukis. Ide penciptaan karya ini tidak terlepas dari pengamatan terhadap aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut di gunakan sebagai rancangan bentuk karya seni lukis, sehingga karya seni lukis yang dihasilkan dapat gunakan sebagai hiasan. Karya seni lukis yang akan digarap ini berfungsi sebagai elemen pendukung interior ruang keluarga atau ruang tamu yang dapat melahirkan nuansa yang tertata. Hal ini karena lukisan sengaja di desain dengan nuansa yang baik dengan tujuan mendapatkan hasil karya seni lukis secara kebaruan jadi kepuasan bagi penikmat seni lukis dengan harapan menambah nilai estetis. Harap penulis ini sesuai dengan nilai estetis sehingga hasil karya seni terlihat lebih ekspresif

  1. Landasan Teori
Pada dasarnya karya ini merupakan bentuk karya lukisan yang terbuat dari kanvas. Yang biasanya karya lukisan ini diletakkan pada dinding rumah. Fungsinya untuk memperindah ruangan rumah. Biasanya lukisan banyak menampakkan bentuk semu. Daripada itu penulis ingin mengangkat karya lukisan ini menjadi karya yang indah pada karya seni
  • Bentuk
Bentuk karya seni lukis ini mempunyai goresan-goresan yang menggambarkan ekspresi dari seotang wajah perempuan. Pada dasarnya form (bentuk) adalah totalitas pada karya seni lukis . Bentuk itu merupakan organisasi atau satu kesatuan atau komposisi dari unsur-unsur pendukung karya. Bedasarkan pendapat di atas ada dua macam bentuk
  1. Visual form yaitu bentuk fisik dari sebuah karya seni atau satu kesatuan dari unsure-unsurpendukung karya seni tersebut
  2. Special form yaitu bentuk yang tercipta karena adanya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang di pancarkan oleh fenomena bentuk fisiknya terhadap tanggapan emosionalnya
  • Fungsi
Karya seni lukis yang akan dibuat berfungsi sebagai alat penambah keindahan bukan berfungsi sebagai alat yang akan dipergunakan. Karena karya seni lukis mengandung nilai estetika tersendiri yang bisa membuta indah suatu suasana ruangan
  1. PENCIPTAAN
  1. Metode Penciptaan
Dalam proses pembuatan karya sseni lukis menggunakan beberapa metode, yaitu :
  1. Melakukan pendekatan secara langsung pada objek yang menjadi landasan ide dalam penggarapan karya seni tersebut
  2. Pencarian gambar di internet
  3. Melakukan percobaan rendaman pada sampah organik (bonggol jagung)
  4. Studi pustaka, yaitu mencari acuan dan data-data melalui buku dan majalah, baik berupa tulisan maupun gambar yang menyangkut dengan visualisasi karya seni
  5. Studi Empirik, merupakan pengumpulan data yang diperoleh dari pengamatan dan proses praktek pembentukan karya yang pernah ada yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, sehingga berguna untuk menciptakan karya dengan bentuk-bentuk dari kreasi baru

  1. Proses Penciptaan
  1. Gambar Referensi:

Gambar No.1 Wajah Wanita Gambar No.2 Wajah Wanita

  1. Sketsa Alternatif :














Gambar 3. Sketsa alternative terlampir



  1. Desain Terpilih :




















  1. BAHAN
  1. Sampah organik (bonggol jagung)
  2. Larutan NaCl
  3. Cat air
  4. kanvas

  1. ALAT
  1. Pensil dan penghapus
  2. Spidol
  3. Pisau
  4. Lem fox

  1. TEKNIK
  • Perendaman : semua potongan bonggol jagung yang telah dipotong tipis-tippis direndam
menggunakan larutan NaCL selama 24 jam (1 hari)
  • Lukis : mewarnai seluruh gambar yang sudah digambar pada kanvas
  • Kolase : menempel bonggol jagung pada lukisan yang sudah dilukis di kanvas
dengan menggunakan lem fox



  1. PROSES PEMBUATAN :
  1. Pencarian dan pengolahan bahan utama (bonggol jagung) :
Jagung yang sudah dimakan dan di buang, telah menjadi sampah organik. Bonggol jagung diambil dan dibersihkan. Setelah itu bonggol jagung dipotong menjadi bulat-bulat tipis lalu potongan-potongan tersebut direndam dengan larutan NaCL selama 24 jam. Perendaman tersebut dimaksudkan agar potongan-potongan bonggol jagung menjadi kuat dan tidak bau. Setelah perendaman selama 24 jam (1 hari), semua potongan bonggol jagung dikeringkan di bawah sinar terik matahari selama 48 jam (2 hari). Setelah kering, potongan-potongan bonggol jagung tersebut diberi warna dengan cat warna

  1. Membuat sketsa di media kertas :
Sebelum menggambar perempuan berambut panjang di media kertas, terlebih dahulu membuat sketsa (desain) seperti desain terpilih yang ada pada bab 2 pada media kertas, agar saat menggambar pada media kanvas tidak terjadi kesalahan yang dapat mengakibatkan kanvas menjadi rusak dan kotor

  1. Menggambar di media kanvas :
Setelah membuat sketsa (desain) pada media kertas, lalu gambarlah sketsa tersebut pada media kanvas. Kita tidak perlu memikirkan ingin menggambarkan bentuk perempuan
karena sudah membuat sketsa pada media kertas, jadi hanya tinggal menyalin ulang sketsa yang ada pada media kertas ke media kanvas

  1. Melukis (memberi warna) :
Sketsa yang sudah disalin dari media kertas ke media kanvas yang sudah menjadi gambar perempuan berambut panjang, lalu diberi warna. Warna disesuaikan dengan warna gambar pada sketsa yang terpilh yang ada pada bab 2

  1. Menempel potongan bonggol jagung (teknik kolase) :
Potongan bonggol jagung yang sudah kering dan diberi warna, diberi lem fox dan segera ditempel pada gambar rambut perempuan

  1. Penyelesaian (finishing) :
Proses ini adalah proses terakhir pada pembuatan karya seni lukis ekspresi wajah perempuan dengan teknik kolase menggunakan sampah organik yaitu bonggol jagung. Potongan bonggol jagung yang sudah ditempel, dirapikan secara merata pada gambar lukisan rambut panjang perempuan. Semua rambut harus tertutup oleh tempelan potongan-potongan bonggol jagung yang sudah diberi warna. Setelah semua selesai lukisan dibiarkan sampai benar-benar kering
BAB III
KESIMPULAN

Membuat karya seni lukis dengan menggunakan cat minyak sebagai bahan utama dengan tujuan membuat karya seni lukis yang lebih krea Lukisan tersebut membentuk lukisan gambar ekspresi wajah perempuan yang mempunyai rambut panjang dan rambutnya tersebut dihiasi dengan potongan bonggol jagung yang sudah di potong-potong tipis , lalu dikeringkan dan diberi warna. Bonggol jagung dipasang dan ditempel dengan menggunakan teknik kolase. Penempelan potongan bonggol jagung menggunakan lem fox

  1. Teknik yang digunakan :
  • Perendaman
  • Sketsa
  • Gambar
  • Lukis
  • Kolase
  • Finishing

Dengan menggunakan teknik diatas, karya seni lukis ekspresi wajah perempuan dengan menggunakan sampah organik berupa bonggol jagung dapat diwujudkan berupa hasil karya seni lukis dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak dipakai lagi yaitu sampah organik atau bonggol jagung yang sudah di potong-potong, yang membuat lukisan menjadi memiliki nilai seni tersendiri
PUSTAKA





Langkah kerja
  1. Menentkan judul :
  2. Tema (sosial dan budaya)…..refernsi foto, studi lapangan ,pengamatan langsung ke kegiatan
  3. Menyusun perencanaan (konsep karya seni mandiri isinya terlampir)
  4. Membuat sketsa 2
  5. Memilih dan menentukan sketsa gambar 1
  6. Rencana lukisan ukuran obyek pasti dll
  7. Alat dan media



SMA

TUGAS MATEMATIKA
PROGRAM LINEAR MATRIKS


Disusun oleh:

SITI NAFI’ATUL FAUZIAH
XII IPA 1/17



MAN YOGYAKARTA 3
2014





NO
SOAL
TAHUN
PEMBAHASAN
1
Matriks X berordo (2 x 2) yang memenuhi :
Adalah:

2005
Ingat rumus : AX = B, maka X = A -1 B

2
T1 adalah transformasi rotasi pusat O dan sudut putar 90°. T2 adalah transformasi
pencerminan terhadap garis y = -x. Bila koordinat peta titik A oleh transformasi T1 T 2 adalah A'(8, -6), maka koordinat titik A adalah ........
2004
Diketahui :
T1 T2 (x, y) = (8, - 6).
Ubah dalam bentuk matriks :
Maka koordinat titik A = (8, 6)
3
Jika , maka x + 2y = ........
2003
3x - 2y = 2 .........................(1)
-4x + 4y = 0
4x = 4y
x = y ........................(2)
Masukkan persamaan (2) ke persamaan (1)
3x - 2y = 2
3y - 2y = 2
y = 2, karena x = y, maka x = 2 juga.
Maka x + 2y = 2 + 2 . 2 = 6
4
Diketahui matriks
Jika matriks A - B = C -1, nilai 2p = .......

2001
5
Diketahui matriks A = , dan B =
Matriks X yang memenuhi kesamaan AX = B t (B t = transpose B) adalah ........
1999

6
Diketahui matriks

Nilai K yang memenuhi A + B = C -1, C -1 invers matriks C adalah ......
1998
2k + 4 = -2
2k = -6
k = -3
7
Garis dengan persamaan 2x - y - 6 = 0 dicerminkan terhadap garis y = x, dilanjutkan olehtransformasi yang bersesuaian dengan matriks .Persamaan bayangannya adalah
1998
Bayangan 2x - y - 6 = 0 adalah 2(x' + 2y') - (-y') - 6 = 0
2x' + 5y' -6 = 0
indeks aksen dieliminir, sehingga persamaannya adalah 2x + 5y - 6 = 0
8
Diketahui matriks A = dan I =. Matriks (A - kI) adalah matriks singular untuk nilai k = ........
1996
(A - kI) =
(A - kI)matriks singular, maka
(2 - k) (1 - k) - 3 . 4 = 0
2 - 3k + k² - 12 = 0
k² - 3k - 10 = 0
(k - 5) (k + 2) = 0
k = 5 atau k = -2
9
Diketahui transformasi T1 bersesuaian dengan T2 bersesuaian dengan . Matriks yang bersesuaian dengan T1 . T2 adalah ......
1995

10
Garis yang persamaannya x - 2y + 3 = 0 ditransformasikan dengan transformasi yang
berkaitan dengan matriks . Persamaan bayangan garis itu adalah .........
1994
Persamaan bayangan x - 2y + 3 = 0 karena transformasi yang berkaitan matriks
adalah :
x - 2y + 3 = 0
(3y - 5x') - 2 (y' - 2x') + 3 = 0
3y' - 5x' - 2y' + 4x' + 3 = 0
y' - x' + 3 = 0
Jadi jawabannya : -x + y + 3 = 0





11
Diketahui matriks
Jika A + B = C maka nilai p, q dan r berturut-turut adalah .......
1993
A + B = C
2p + (-p) = -2
p = -2
-3q + q = 6 -2q
= 6 q = -3
-4 + r = -2
r = 2

12
Matrik x berordo 2 x 2 yang memenuhi persamaan adalah ......
1992

13
Diketahui persamaan matriks dengan x adalah matriks bujur sangkar berordo 2. Matriks x adalah .....
1991

14
Diketahui matriks :

1990
A² . B = A . A . B

15
Diketahui matriks :
dan A . x = B. Nilai d
dari matriks tersebut adalah .......
1990
A . x = B x = A -1 . B
Jadi a = -2, b = 1, c = 5, dan d = 4
16
Bayangan garis x + 3y + 2 = 0 oleh transformasi yang berkaitan dengan matriks
dilanjutkan matriks adalah....
1990
Bayangan garis x + 3y + 2 = 0 oleh transformasi tersebut.
- (17x' - 7y') + 3(5x' - 2y') + 2 = 0 dikalikan -2
17x - 7y' - 30x' + 12y' - 4 = 0
-13x' + 3y' - 4 = 0 13x' - 5y' + 4 = 0
Persamaan garis bayangan tersebut adalah 13x - 5y + 4 = 0
17
Perkalian dua matriks ordo 2 x 2, . Maka matriks M adalah .......
1989

18
Lingkaran dengan (x - 2)² + (y + 3)² = 25 ditransformasikan oleh matriks dan
dilanjutkan oleh matriks maka bayangan lingkaran itu ........
1989
x' = -y y = -x'
y' = x x = y’
(x – 2)² + (y + 3)² = 25
x² - 4x + 4 + y² + 6y + 9 -25 = 0
x² - 4x + y² + 6y -12 = 0
Ditransformasikan :
(y’)² - 4(y’) + (-x’)² + 6(-x’) – 12 = 0
y’² - 4y’ + x’² - 6x’ – 12 = 0
x’² + y’² - 6x’ – 4y’ – 12 = 0
19
Jika
1988

20
Matrik yang bersesuaian dengan pencerminan terhadap garis y = x adalah .......

1988
x' = y
y' = x
x' = Ox + 1y
y' = 1x + Oy
Jadi matrik yang bersesuaian dengan pencerminan terhadap garis y = x adalah